Backpacker Kuala Lumpur Penang: Menikmati Sunrise Di Kapal Penyeberangan Butterworth-Penang

by - 5:02 PM


Saya udah puluhan kali naik kapal laut. Kapal Roro Merak-Bakauheni (ini yang paling sering, puluhan kali), Kapal Yang Rada gede yang buat nyeberang ke Samosir di Danau Toba, Kapal ke Kepulauan seribu, Kapal Buat keliling snorkeling di Pulau Pahawang, Kapal buat keliling di Blok Bedul-Banyuwangi dan sekarang kapal buat nyeberang ke Pulau Penang. Meski kapalnya beda-beda, tapi rasanya tetap sama: merinding karena kembali disadarkan kalau manusia yang jumawa di daratan ternyata ukurannya kecil banget di tengah lautan. Disepak dikit sama ombak yang ganas juga ilang deh itu ribuan manusia dalam hitungan menit. Hehe.

Harga tiket kapal penyeberangan dari Butterworth ke Penang hanya 1,2 RM (7000-8000 perak kalau dirupiahkan) dan uniknya karcis atau tiketnya itu berupa uang logam 1 RM dan 10 sen 2 biji. Kalau nggak ada duit pecahan segitu, bisa ditukerin di loket. Nanti kalau mau nyebrang lagi dari Penang ke Butterworth, kita nggak perlu bayar apa2 lagi alias gratis. Murah banget kan? :D
Oya, sekarang kabarnya tiketnya berbentuk kartu yang tinggal di-tap.




Di dalam dermaga, ada ruangan tunggu yang dilengkapi dengan kursi tunggu, kipas angin, dan vending machine yang isinya berbagai macam minuman kaleng dan botol dari Malaysia. Ada 2 ruangan tunggu yang disekat hanya dengan besi setinggi paha orang dewasa,  yaitu ruang tunggu untuk manula, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan sejenisnya serta ruang tunggu untuk masyarakat umum tanpa kebutuhan khusus. Nggak ada yang ngerokok, seneng kan kita. Tapi panas kalau udah jam 7 ke atas.
Ketika kapal sudah merapat di dermaga, ada petugas yang mengangkat agar pembatas ruang tunggu dan kita para penumpang jalan cepat ke arah kapal. haha.





 “Oo.. jadi ginih bentuk kapalnya. Unik.” Kata saya dalam hati.


Ukuran kapal ke Penang itu nggak ada 1/5nya kapal Ferry yang bolak-balik Merak-Bakauheni. Tapi kapal ini masih bisa menampung beberapa mobil dan motor. Jumlah Penumpangnya pun tidak terlalu banyak, hanya berkisar puluhan sampai seratus orang (kayaknya nggak sampe segitu juga sik). Tempat duduknya ada di pinggir2 dek kapal yang menghadap ke arah dalam kapal plus ada juga kursi2 yang disusun di tengah kapal, jumlahnya mungkin sekitar 50an kursi. Banyak juga penumpang yang lebih memilih berdiri dan melihat pemandangan di luar.
 





Di dalam kapal ini juga ada toiletnya, tapi kondisinya jangan diharapkan bersih kinclong kayak di hotel-hotel ya. Yang paling penting buat saya mah nggak bau. Di langit-langit kapal, ada puluhan hingga ratusan jaket pelampung buat orang dewasa dan anak-anak yang warnanya orenz terang. Trus ya nggak ada apa-apa lagi. Begitu aja isinya :D.

Waktu di kapal, saya bahagia banget karena bisa liat sunrise di timur dan juga jembatan dengan efek misty di sebelah kiri (saya nggak tau sebelah kiri itu arah utara barat atau apa :p). Maklum ajalah ya karena meski saya sering bolak-balik Merak-Bakauheni buat pulang kampung, saya nggak pernah sedikit pun dapet sunrise di kapal itu, makanya saya rada norak di kapal ke Penang, haha. Begini nih pemandangan yang saya liat: 


 




Perjalanan ke Penang memakan waktu sekitar 30 menit saja. Kami mengikuti alur penumpang yang turun dan perjalanan kami menjelajahi Penang pun dimulai =D.

You May Also Like

2 comments

  1. wah asyiiik jalan-jalan terus nih :)

    ReplyDelete
  2. Kok ngga ada poto kapalnya mbaaa hihihi penasaran kayak gimana, tp enak ya ngga ada yg ngerokok, ngga kayak disini.. asli byk bgt yg ngerokok :(

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram