Backpacker Di Bangkok-Pattaya 3D3N: Makanan Halal, Walking Street dan Kehidupan Malam Di Pattaya

by - 9:00 AM

Kapal kami mendarat di Pattaya kira-kira pukul 14.40 waktu Thailand. Saya malah sempat ketiduran dengan posisi duduk di deck kapal waktu kami pulang, haha. Saat itu saya memang udah kelelahan, kepanasa, dan kelaparan, jadi tidur sebentar sangat membantu memulihkan sedikit tenaga saya. :D

Kami kembali berjalan kaki menyusuri jalan di kota Pattaya yang sudah mulai ramai dengan turis. Toko-toko di sepanjang jalan di pinggir laut pun sudah banyak yang buka. Saya jelalatan dong ngeliatin barang-barang yang dijual, haha. Tapi diantara barang-barang yang dijual di pinggir jalan, saya terperangah melihat jejeran lobster dan kepiting yang berukuran super besar. Gilaaa… barang mahal yang sering saya liat di TV terpampang nyata di depan mata. Sontak perut kami yang belum diisi nasi dari pagi tiba-tiba keroncongan. Pingin sih ya kita beli seafood gitu, tapi nggak ada jaminan halal di restoran di sana. Plus… harga lobsternya yang nggak cocok sama budget makan kami. LOL. Kami berjalan dengan sedih meninggalkan lobster dan masuk ke Seven Eleven untuk membeli cemilan serta sedikit pengganjal perut sebelum kami makan malam nanti *nasib jadi backpacker kere*


Sesampainya di hotel, kami langsung makan, mandi, sholat, dan tidur sore. :D awalnya kita mau sunset-an di atas hotel kami yang letaknya cukup dekat dengan laut itu, tapi rencana tinggal lah rencana karena kami tidur pulas sampai hari gelap. LOL.

Kalau kami nggak lapar dan penasaran dengan kehidupan malam di sana, maka kami nggak akan keluar dari kamar hotel yang cukup besar dan nyaman itu lho. Setelah sholat jama’ maghrib dan isya, kami keluar dari hotel dan berjalan kaki ke arah pusat keramaian Pattaya. Baru berjalan sebentar, saya mengusulkan utk naik tuktuk aja dan jalan kaki waktu pulang ke hotel. Suami saya setuju. Kami menyetop tuktuk yang lewat dan naik tanpa nanya apapun ke sopir. Biarlah kami pergi kemanapun tuktuk ini membawa kami… #tsaah

the almighty tuktuk

Kami turun sebelum tuktuk itu belok kiri yaitu di depan gerbang dengan tulisan “Walking Street”. Kami bayar 20 Baht utk 2 orang. Kami lalu jalan kaki lagi menyusuri jalanan untuk mencari makanan halal sambil liat-liat. Di sepanjang jalan itu, kami disuguhi pemandangan kerlap-kerlip lampu di tempat-tempat hiburan. Dari plang yang tertera, kayaknya tempatnya itu buat nonton perempuan atau lady boy joget-joget. Kebanyakan tempatnya tertutup ya, tapi ada 1 atau 2 lokasi yang kita bisa liat aktivitas joged2nya dari luar. Saya sempat celingukan ngeliatin ke bagian dalam bar/café itu dari luar, tapi ternyata rada risih juga sih … karena orang-orang dari dalem balik ngeliatin saya, haha #oon


Bar di Walking Street ini punya tim marketing yang aktif banget ngasih flyer atau brosur buat potential customer buat mereka. Bahkan ada bar bertema jepang yang mengerahkan beberapa karyawannya dengan seragam sailor dan rambut warna pink yang memanggil pelanggan. Kalau adegan ini dibawa ke Puncak, Bogor. Maka mbak-mbak itu akan berubah jadi om-om yang make kupluk serta  sarung dan kalimatnya akan jadi: “pila.. pila…pila…” =)) *apasih kamu cus… :p

Selain bar/pub/café yang aneh-aneh itu, ada juga beberapa orang pesulap yang beraksi di tengah jalan. Saya yang orangnya memang pengen tau dan kepo, merasa harus banget ikutan ngeliat. Tapi saya dimarahi sama suami, haha. Doi bilang: “nggak”. Yah, padahal cuman liat bentar doang. Kayaknya doi khawatir kalau atraksi sulap itu ada adegan tipu-tipu aka scam. Thailand kan banyak scammernya gitu… Yaudahlah, saya nurut aja. Lagian waktu saya mau nengok dan ngeliat sulapnya ngapaian aja, eh gaktaunya atraksinya udah kelar. LOL.

*mohon maaf nggak ada foto bar atau para marketer yang saya maksud di tulisan ini karena saya memang nggak motret sama sekali

Di jalanan ini, kami hanya liat makanan halal berupa restoran Kebab Turki. Karena udah lapar dan malas jalan kaki lagi, kami memutuskan utk makan di situ aja. Harganya? Lumayan mahal, kalau dirupiahin bisa hampir 150rb. haha. Selain kebab, saya nyoba beli yoghurt dari susu kambing khas middle east yang katanya biasa di”makan” bareng sama kebab. Rasanya? Sumpah aneh banget. Kalau nggak ada daging kebab, nggak akan ketelen deh itu yoghurtnya. Rasanya asin, kental, dan ah.. aneh banget gitu lah. Haha. Eh, kalau dipikir-pikir, rasanya mirip kefir yang plain.

Di restoran yang berukuran kecil itu kami juga sempat melihat aktivitas youtuber dari Amerika yang semangat banget buat ngereview makanan dan juga restorannya. Saya bisa bilang doi itu youtuber karena nggak mungkin kan dia cuman traveler “biasa”  tapi bawa 2 gopro: 1 di kepala dan 1 lagi di semacam monopod plus doi nyerocos di depan gopronya ngejelasin betapa enaknya Kebab yang dia makan :p. skip.

Di perjalanan pulang, kami menemukan beberapa restoran halal di sebuah jalan di samping Mall yang ada atraksi Ripleys Believe it or Not–nya :D. Restorannya kurang mencolok kalau diliat dari jalan raya, jadi memang harus menyempatkan diri untuk masuk ke jalan itu yang isinya stand jualan kaos, tas, sepatu, dll. Kami waktu itu murni cuma liat-liat aja, nggak ada keinginan buat beli apa-apa… karena nggak punya duit :p
makanan halal ya paling banter dari india.. acha..acha... -__-"

Perjalanan malam kami ditutup dengan pemandangan orang-orang pribumi sana yang kongkow-kongkow mesra di pinggir pantai yang juga di pinggir jalan raya :D

paving block yang jadi foreground foto ini adalah trotoar buat pejalan kaki :D

Sekitar jam 9 malam, kami sampai di hotel dan tidur karena besok kami akan naik bus pagi-pagi ke Bangkok.

You May Also Like

11 comments

  1. Duh wkishlist banget bisa maen ke Pattaya. Makasih sharingnya teh, jadi tau tempat2 oke n wisata halalnya :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pattaya memang bagus, teh. tapi tourism spotnya kebanyakan mahal, kayak ripley's believe it or not sama museum lilin.
      duh, mending buat yang lain :D
      yang murah itu ya ke Coral Island aja

      sami2 teteh amy

      Delete
  2. Perjalanan asyiik...jd mau backpaperan ah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. backpacker-annya di Turki aja teh ida.
      nunggu neng azizah diterima beasiswa ke sana.
      dijamin lebih seruu :D

      Delete
  3. Wah seru, ya. Duh.. Ngekek ngebayangin waitress yang pake baju sailormoon tiba-tiba jadi om om di puncaknya yang ngomong "pila pila pila" hihihi

    ReplyDelete
  4. Seruuunya jalan-jalan bersama pasangan.
    Pas banget, teh Ncus nya blogger. Jadi makin semnagat traveling.


    Kalau makanan halal (kebab) gitu...rasanya bisa 1 porsi untuk berdua. Iya gak siih teh Ncus?

    Heehheh....lafaarrr ngliatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. suami saya juga pny blog, teh. tapi si doi rada males buat update.

      Iya teh, itu sepiring buat berdua. Tapi nambah rotinya 2 lembar dari porsi aslinya, hehe.

      Delete
  5. Wah mbak ncus ajak ajak kitalah kl jjs lg hehehe...

    ReplyDelete
  6. Seruuu, pengen banget ke sana, liburan sama Marwah dan suami. Aamiin semoga ada reezekinya

    ReplyDelete
  7. kok kepikiran sama tukang pila mba hahaha..Btw mahal amat 150rb mba makan di restonya hahaha lalu menyesal y mba pdhl bwt beli oleh2 biar aku kecipratan *jiaaah

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram