Pengrajin Anyaman Bambu dan Mengintip TPI Muncar

by - 9:30 AM

Masih di Banyuwangi, pasca kunjungan ke Pantai Boom, kami melanjutkan perjalanan ke Dusun Krajan, Desa Gintangan Kec. Rogojampi. Saya kurang tau berapa lama krn saya tidur di dalam elf, mungkin sekitar 40-50 menit. Di sinilah tempat para pengrajin anyaman bambu tinggal dan berkarya. Kabarnya produk anyaman bambu dari sini telah diekspor sampai ke Benua Eropa. Tapi sayangnya yang ngirim itu bukan mereka, tapi pedagang-pedagang besar yang punya banyak modal dan pengalaman dalam pengiriman ke luar negeri. Pedagang-pedagang besar itu dimana coba? Di Bali! Heuheu







Produk anyaman bambunya bervariatif, dari keranjang, kap lampu, kipas, tudung kue, tempat tisu, sampai kotak perhiasan. Harganya masih sangat affordable, apalagi itu murni handmade semua. Saya dan suami tertarik mau beli kap lampu, lumayan kan buat hiasan di rumah. Tapi kami urung membeli karena perjalanan kami masih panjang, dan barang bawaan kami sudah banyak >,<.

Di lokasi ini kami belajar motret manusia, nama bekennya human interest :D. karena rombongannya banyak, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan memotret bergantian.





Puas dari sini kami kembali melanjutkan perjalanan ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Muncar. Kalau kata orang, Pelabuhan Muncar ini dikenal sebagai pelabuhan ikan terbesar kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Siapiapi di Riau (jujur ya, saya baru tau ini!). katanya lagi nih ya, setiap hari ada 500 ton ikan yang dibongkar muat di TPI ini. wow banget.


Sesampainya di sana pukul 10.10 WIB (eh, masih bagian barat kan?), kami disambut (kembali) dengan hawa panas luar biasa dari arah laut. Alhamdulillahnya saya udah ready banget sama kacamata hitam plus payung unyu2 warna hijau terang, jadi saya masih bisa melihat dengan jelas semaraknya TPI Muncar ini dengan perahu-perahu nelayan. Bener lho, sepanjang saya memandang ke arah laut, yg saya lihat hanya perahu dan perahu. Duh, pingin deh ke sini lagi pagi-pagi buat motret.


Pukul 10.00 aktivitas nelayan sudah hampir tidak ada. Hanya ada 3 nelayan yang sedang bekerja sama sedang merapatkan perahunya ke tepian. Lalu bergabung dengan beberapa nelayan lain yang sedang berteduh dan ngobrol-ngobrol di gubuk kecil. 


Oya, ada satu “fenomena” di TPI ini yang bikin saya dan teman-teman cewek lainnya merasa awkward maksimal. Yaitu bapak-bapak nelayan yang tidak malu-malu berjalan hilir mudik hanya menggunakan celana dalam. Iya, CD-cangcut-kolor, atau apalah namanya =)). Sumpah ya itu pertama kali saya liat bapak-bapak (yg bukan orang gila) yang cuman pake cangcut di tempat umum. Untung cuman satu yang begituuuu plus postur tubuhnya pun cukup proporsional #eaaa. Maksud gueeehh, bapaknya itu nggak gendut dan penuh lemak di sana-sini gitu lho, malah nyaris sixpack. Well, Mungkin karena pekerjaan mereka ya yang butuh tenaga besar dan mainnya sama otot. Nggak perlu bayar mahal2 buat ngegym meski over tanning :v. Ini deskripsi sayah kayak saya lagi meratiin calon Mr. Universe lagi jalan penuh gaya di atas catwalk ya -___-“ *kayak pernah liat kontes Mr. Universe aja kamu, cuss :p




Panasnya TPI Muncar ini seakan menyedot habis tenaga dan mood utk motret. P.A.N.A.S.B.A.N.G.E.T. Karena itu saya dan beberapa cewek melipir ke arah kanan dan mencari spot yang terlindung matahari. Di sinilah kami malah saling memotret saking bingung mau ngapain :p. Sesi motret model jadi-jadian ini cukup memakan waktu karena isinya kebanyakan ketawa; ngetawain dan diketawain orang yang giliran jadi model. Karena ini pula kami jadi dimiskol-miskol sama rombongan lainnya karena udah pada mau pindah spot. Haha, berakhirlah sudah kesenangan kami di sini.

You May Also Like

2 comments

  1. Aku baru eungeuh kalo TPI itu Tempat Pelelangan Ikan. Yasalam. Trus baru tau juga kalau di pelabuhan itu bakalan nemu bapak bapak pake celdam doang. Tapi kalo soal panasnya sih ... ya namanya juga pinggir laut ya mba. Kerennya mba dan teman tenan lainnya tetap antusias. (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo cha.. makasih udah berkunjung.
      eh, manggilnya bener kan? haha, sok akrab.

      wkwkwk, emang dikira TPI itu apaan? :p
      aku pun shock waktu liat pemandangan itu. tapi ya dinikmati aja lah #eh #astaghfirullah
      hooh, panas buanget dan kayak udah nggak kepengen lagi ke Banyuwangi.

      Delete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram