Backpacker Di Bangkok-Pattaya 3D3N: Perjalanan Dari Suvarnabhumi ke Pattaya

by - 5:35 PM

icon Kota Pattaya :D
Saya tidur di Bandara Suvarnabhumi kira-kira jam setengah 2 pagi. Alasannya cuma karena saya harus nungguin beberapa gadget yang harus di-cas: handphone saya dan suami, serta kamera mirrorless yang saya bawa pinjam dari adek ketemu gede di kantor. Rada bingung juga sih ya gimana menjelaskan hubungan kami ini, karena kalau dibilang mantan binaan kan rada-rada gimana gitu =_=.

Pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan kami segera masuk ke prayer room aka musholla di Bandara suvarnabhumi yang terletak di lantai 2, dekat lift. Air wudhu yang cukup dingin membuat wajah saya terlihat sedikit lebih segar meski masih ngantuk. Kami lalu sholat berjamaah di musholla itu bersama warga Negara Thailand yang sedang menanti pesawat di bandara ini. Rasa shalat di musholla kecil tapi bersih dan nyaman itu ternyata sama dengan di Indonesia. Bahasanya sama, gerakannya sama, menuju ke kiblat yang sama. Nggak peduli kamu dari negara mana dan warna kulitnya apa, soal ibadah nggak akan mungkin nggak sama. Ibadah wajib yang singkat itu membuat saya sangat kagum dan juga jatuh cinta kembali dengan agama Islam <3.
sandwichnya rasanya aneh. eneg, haha

Ba’da sholat kami membeli sandwich dengan isi seafood. Setelah itu kami turun ke lantai bawah untuk ikut antrian beli tiket bus dari Suvarnabhumi ke Pattaya. Ternyata antrian traveler yang akan ke Pattaya sudah mengular cukup panjang, padahal waktu itu belum genap jam 6 pagi. Kami gagal membeli tiket bus pertama, hehe. meski di selebaran tercantum bahwa bus pertama menuju Pattaya itu jam 7 pagi, tapi nyatanya ada bus yang berangkat jam 6. Tapi tak mengapa, we were not in a hurry. Kami menikmati waktu tunggu bus dengan menyantap sarapan dan juga untuk kembali ngecas handphone kami.

antrian pembelian tiket bus Suvarnabhumi - Pattaya
Bagi calon penumpang yang nunggu jadwal keberangkatan bus ke Pattaya, tolong jangan pergi jauh-jauh. Karena pengumuman dari petugas busnya tidak menggunakan speaker tapi lewat teriakan bapak-bapak di dekat gate keluar. Jadi saran saya maksimal 15 menit dari waktu keberangkatan kita udah duduk manis menanti pengumuman. Posisi bus menuju Pattaya ini juga nggak ada petunjuk yang jelas: tidak ada plang atau sign tertentu untuk memudahkan traveler saat mencari bus. Jadi paling aman menurut saya, ketika ada bapak-bapak yang mengumumkan bus akan berangkat, kita harus langsung merapat ke rombongan agar nggak nyasar ke bus lain. Harap diingat kalau di situ tidak hanya bus menuju Pattaya yang beroperasi tapi juga bus ke tujuan lain.
selebaran/leaflet promosi bus menuju Pattaya

penampakan bus ke Pattaya, difoto pakai henpon saja.
penampakatan tiket bus suvarnabhumi-Pattaya
Kami masuk ke dalam bus jam 7 kurang sekian menit. Bus itu didominasi oleh traveler dari berbagai macam negara, kebanyakan dari Benua Amerika dan Eropa. Wajah-wajah Asia menyembul di beberapa kursi saja, termasuk kami :D. Bus keluar dari bandara tepat pukul 7 pagi. Langit Thailand saat itu masih agak gelap dan dihiasi semburat cahaya matahari yang masih malu-malu di ufuk timur. Saya waktu itu sangat menikmati pemandangan di luar jendela bus tapi karena saya masih ngantuk jadi saya akhirnya tertidur di pundak suami.

Saya terbangun ketika sudah memasuki wilayah Pattaya. Perjalanan dari Bandara ke Pattaya hanya ditempuh selama 2 jam saja. Di dalam bus itu kami sempat ngobrol dengan om traveler dari Jerman (kalau nggak salah) yang udah berbulan-bulan backpackeran hanya dengan 1 tas ransel dan sempat-sempatnya bawa buku setebal novel Harry Potter ke 5.

begini penampakan bagian dalam bus Pattaya

gerbang tol
Kami juga ngobrol dengan dua orang bapak yang nampaknya keturunan India dan beragama Muslim yang sudah lama tinggal di Thailand. Berkat dua bapak inilah kami bisa naik tuktuk tanpa repot nanya-nanya ke penduduk lokal menuju Dermaga Kapal tempat kita menyeberang ke Koh Larn Island. Petunjuknya: kamu bisa menyeberang jalan dulu dari pemberhentian akhir bus dari Suvarnabhumi, tuktuk akan selalu lewat jalan itu. Bayarnya cukup 10 baht saja per orang.

Kami menikmati perjalanan dengan tuktuk ini sekitar 10 menit. kami turun bersama bapak penunjuk jalan dan juga om-om bule dari Jerman. Tapi kami berpisah jalan dengan mereka karena kami memilih jalan kaki dengan memasuki jalan kecil menuju dermaga dibandingkan menyusuri trotoar jalanan. Kami berjalan kaki kira-kira 15 menit dengan cuaca Pattaya yang sudah cukup panas.
Jalan kaki cin, biar sehat dan irit

tinggal jalan dikit lagi nih, sampe deh di dermaga. itu di kejauhan udah keliatan lautnya
Kami langsung berjalan menuju dermaga (dermaga ya, bukan darmaga :D) tempat kapal penyeberangan ke Pattaya karena tiket kapal bisa langsung dibeli di kapal. Suasana di sekitar dermaga sudah ramai dengan para traveler lokal dan asing. Dengan wajah Indonesia ini, kami dengan mudah membaur dengan orang lokal. Bahkan ada beberapa orang yang ngajakin ngomong pake bahasa Thailand. LOL.

Rincian pengeluaran Suvarnabhumi-Pattaya
Sandwich: 120 Baht (sandwich isi tuna) + 90 Baht (sandwich isi kepiting)
Tiket Bus Suvarnabhumi ke Pattaya: 120 Baht x 2 = 240 Baht
Tuktuk Pattaya: 20 Baht

kurs
1 Bath: Rp 385

btw, harga tiket bus dari suvarnabhumi ke pattaya dengan harga sandwich kok sama ya? hahahahahaha

You May Also Like

0 comments

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram