Touring Bandung-Bekasi Dan Main Ke Waduk Jatiluhur

by - 9:00 AM

Liburan kali ini kami isi dengan touring. Touring ini selain utk main juga sekalian ngajakin jalan-jalan motor merah si pengganti motor hitam yang baru bertugas beberapa minggu yg lalu.
Touring ini tidak terlalu jauh, cuman di galaksi sebelah yaitu bekasi.hehe. Sebenarnya awalnya kami ingin touring ke Gunung Padang, tapi karena ada perintah dari paduka ratu maka kami mau tidak mau harus membanting setir ke arah barat. Piyuh,,piyuh… kami rada males ke Bekasi selain karena panaaasss,, tapi juga maceeet dimana-mana. Perjalanan yang sebenernya deket jadi terasa sangat jauh dan lama karena duo sahabat panas dan macet, pfft.

Bismillah, hari Kamis jam 6 pagi kami berangkat ke Bekasi. Biasanya klo touring kami selalu minum enerv*n-c utk suplemen vitamin c utk meningkatkan imunitas tubuh dan blablanya. Tapi kemaren kami skip semua ritual itu :D.

Sebelum keluar dari Bandung, kami mampir dulu ke Shell-Pasteur buat ngisi bensin motor. Rp 100.000 bensin mengisi penuh tangki bensin yg berukuran jumbo itu. Kemudian kami juga mengisi air minum utk di perjalanan di kantung air yang disimpan di backpack kecil. Backpack itu lalu dipakai si kakak. Kantung airnya itu warna biru, bahannya “plastik”, dan ada “selangnya”. Jadi klo haus di jalan, kita tinggal nyedot air dari selangnya. Lebih praktis dibanding membawa botol minum. Bagi yang belum ngeh, kantung air ini biasa dipake sama para bikers.

Perjalanan berlangsung tanpa jeda selama 1,5 jam dan kami sudah sampai di Purwakarta jam 8.30 wib. Kami berhenti sejenak untuk mencari sarapan dan mengistirahatkan pant*t yang udah mulai panas. Hehe. Alhamdulillah kami langsung menemukan pedagang kaki lima yang menjual beberapa varian menu makanan di depan sebuah SMA negeri. Varian menu makanan adalah sangat penting bagi saya karena si kakak ini sangat-bubur-minded sedangkan saya adalah seorang bubur-hater. Jadi, pedagang sarapan dengan bermacam-macam menu makanan adalah oknum yang dapat mengurangi resiko perpecahan dalam koalisi kami *halah.

Si kakak tanpa ragu memesan bubur, sedangkan saya? Saya harus melakukan berbagai analisa untuk menentukan pilihan di antara kupat tahu, soto ayam, atau entah menu apa lagi, saya lupa. Setelah mempertimbangkan berbagai resiko seperti rasa dan harga, saya menjatuhkan pilihan pada soto ayam.
Bubur disajikan dengan sangat menggoda (di mata si kakak), sedangkan soto memiliki penampilan yang cukup menarik untuk saya. Alhamdulillah rasanya tidak mengecewakan. Kami segera menyelesaikan sarapan karena lapar sudah memburu di dalam lambung. Sarapan berjalan lancar dengan mengesampingkan saya keselek kuah soto yang sudah berwarna merah karena sambal. Saya tentu saja mendapatkan tatapan membunuh dari si kakak yang ada di depan saya. Haha. Sarapan 2 porsi ditambah dengan sajian teh tawar hangat itu ditebus dengan harga rp 14.000,-. Alhamdulillah, sangat murah buat saya.

Kami melanjutkan kembali perjalanan dan dengan 2x pemberhentian di pom bensin dan alfamart utk membuang hajat, kami sampai di Bekasi pukul 10.00 wgb (waktu galaksi bekasi) :)). Alhamdulillaahh…. Touring perdana bareng motor merah itu lancar jaya. Badan gak capek dan lelah bagai dikeroyok orang sekampung. Beda banget dengan perjalanan kami dengan motor lama di tahun lalu. Badan terasa babak belurrr… :))

Kami di Bekasi kebanyakan cuman santai2, maen game di ipad-nya adek ipar, makan, sholat, tidur2an, maen game lagi. Rumah adik ipar saya itu laksana surga ber-ac yang melindungi kami dari sengatan matahari bekasi. Dan tragedi menyapa kami ketika malam2, tiba2 listrik mati total di blok perumahan inih karena sesuatu-yang-penting di gardu listriknya terbakar. Kesenangan kami pun direnggut paksa. Singkatnya, malam itu di Bekasi kami merasakan "neraka" di rumah adek ipar kami.

Pagi2, jam 7 wgb, saya dan kakak pamit pulang ke Bandung. Tapi kami berencana akan membelot ke Bendungan Jatiluhur dulu sebelum balik ke rumah. Mumpung jalannya searah dan tidak terlalu jauh. Kenapa kami ke jatiluhur? Karena katanya di sana cukup bagus dan menjadi tujuan wisata keluarga. Saya kan penasaran… dan si kakak juga kebetulan belum pernah ke sana.

gerbang masuk
Untuk menuju Jatiluhur dari arah Bekasi dan Purwakarta, kita hanya perlu belok kanan dan mengikuti jalan sejauh kurang lebih 4 km. Kondisi infrastruktur menuju jatiluhur termasuk memuaskan, tidak buruk. Jadi bagi teman-teman yang berminat wisata ke jatiluhur bisa menggunakan motor, mobil, atau angkot. Saya tidak begitu paham dengan jurusan angkot menuju jatiluhur, yg jelas ada beberapa angkot yang keluar masuk lokasi wisata itu ketika kami ke sana.

Di depan loket masuk, saya mendapati kekecewaan ternyata ada di selembar tiket! Ketika kami bertanya berapa harga tiketnya, petugas di sana menyatakan bahwa tiket dibandrol dengan harga 45 rupiah utk kami berdua! Kami benar-benar gak ngeh klo long weekend ini adalah peak season yang dimanfaatkan sebesar-besarnya utk mengeruk untung *elus2 dompet*.

Tapi waktu itu kami tetap memasang tampang banyak duit di depan penjaga loket, padahal hati sudah ingin mengiris2 lembaran warna ungu yang tertinggal di dompet. Haha. Setelah kelar transaksi, kami diberi 3 lembar tiket dan 2 botol air mineral dengan tulisan “jatiluhur hexagonal”. Bisa gak botol airnya di-refund aja? *ngarang*
jalan menuju Jatiluhur
Ternyata di sekitar bendungan itu terdapat perkampungan yang sangat luas. Dan menurut informasi dari penduduk asli situ, ada hotel/penginapan yang dimiliki oleh bule. Duuh... -__-”

Bendungan jatiluhur ini memang cukup bagus lho… bisa hunting foto landscape sama human interest disini ^^. Fasilitasnya juga cukup lengkap: waterboom, kolam renang, perahu yang bisa disewa, berbagai macam warung penjual ikan bakar, penginapan dengan berbagai kelas dan level, dan bisa juga camping di sini! Duh, ngiler campinggg… :3




Kami tidak terlalu lama di sana, karena kami tidak punya cukup uang untuk booking perahu buat berdua yang harganya mencapai Rp 200.000,-. Perahu ini akan lebih murah harganya kalau dipakai berombongan, kapasitas maksimal 12 orang dengan harga flat Rp 200.000,-, jadi masing2 hanya mengeluarkan dana kurang dari Rp 20.000 perak utk main perahu2an. *elus2 dompet yang harus membiayai liburan awal tahun*. Setelah mengobrol cukup banyak dan mendapatkan leaflet tentang fasilitas jatiluhur yang mencakup semua informasi tentang harga tiket masuk, harga sewa penginapan dan segala macam, kami pamit pulang dan kembali ke bandung. Kami berhenti sekali saja yaitu di dekat pilar penyangga rel kereta api jakarta-bandung untuk mencari minuman yg segar. Saya pesan kelapa muda yang harganya sangat murah rp 7.000,- dan si kakak pesan susu panas (alhamdulillah, haha) seharga rp 3.000,-. Murah kan? :d

Alhamdulillah, kami sampai di rumah jam 1 kurang sekian menit WIB.
Terima kasih ya motor merah <3

Desember 2014

You May Also Like

0 comments

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram