Main Di Suroboyo Carnival Night Market

by - 9:00 AM

Masih di tahun yang sama, di akhir bulan Agustus saya main ke Surabaya. Malam harinya, saya diajak oleh dua teman saya yang namanya Mbak Lusi dan Mbak Erlis. Tapi kocaknya, duo teman saya yang sudah lama tinggal di Surabaya nggak punya ide mau main kemana. Akhirnya saya Waktu searching2 dulu di internet dan muncullah nama Suroboyo Carnival Night Market, yang ternyata belum pernah didatangi juga oleh teman saya itu.

Setelah sholat maghrib, kami bertiga motoran ke lokasi. Waktu kami sampai di lokasi, bianglala adalah hal yg paling mencolok, karena dia yang paling tinggi dari yg lain. Sebelum masuk ke dalam, kita beli tiket dulu yang harganya 35rb. Cukup WoW buat saya. Tapi daripada balik lagi, mending jalan terus aja. Tiket yang kita beli hanya merupakan tiket masuk ke lokasi pasar malam atau Suroboyo Carnival ini. Klo mau nyobain permainan yang lain harus bayar lagi. Ada beberapa lokasi yang gratisan, tp cuman sedikit misalnya Galeri Suroboyo.

Galeri ini adalah tempat pertama yang akan ditemui dari pintu gerbang. Isinya adalah sejarah kota Surabaya, nama+foto walikota dari jaman gatau kapan sampe Ibuk Risma yg sekarang. Lalu ada ruangan yg isinya lukisan pahlawan Surabaya dan monitor yg muterin film sejarah. Di atas jendela kaca, ada tempelan kertas yg isinya adalah ungkapan2 khas Surabaya, yg sebagian besar adalah Bahasa yg cukup kasar. Kayak “aing-sia”nya Sunda, hehe.





Di ruangan sebelahnya lagi, ada penjelasan motif batik Surabaya yg ditampilkan dg cara yg unik yaitu kita harus baca deskripsinya dengan cermin karena tulisannya kebalik. Sebelum naik ke lantai 2 kita disuguhi dengan ratusan foto yang ditempel di atas langit2 dengan ukuran kecil, sehingga utk melihat lebih jelas pengunjung harus memakai teropong yg telah disediakan di sana. Di lantai 2, kita akan diberi suguhan berupa prototype makanan khas Surabaya (apa jawa timur yak?). Sampai di sini, saya suka sekali dengan galerinya.




Kemudian kami melanjutkan mainnya karena udah kelamaan di Galeri. Dari sekian banyak permainan, kami milih Bianglala (10 rb), Roller Coaster mini (15 rb), sama ontang-anting (15 rb). Ini adalah flashback kedodolan kami ber-3 di 3 permainan itu.

Bianglala. Setelah antri 3 putaran, kami bertiga masuk ke keranjang bianglala. Ketika keranjang mulai bergerak naik, kami saling memandang dan teriak2 “Huwaaa… huwaaa… gerak2 mulu keranjangnya..”. “astaghfirullah… huwaa…” semua tangan berpegangan pada besi bulat di tengah2 keranjang, dan seketika telapak tangan berkeringat dingin. Dan keranjang pun semakin naik ke puncak tertinggi. Ketika kami tepat di ujung bianglala, pas bgt yg keranjang paling bawah itu lagi nurun-naikin penumpang. Kita semakin histeris di atas sana karena goyangannya semakin keras. Kalau diinget-inget, kami waktu itu nampak begok sekali...



Roller Coaster mini. Sebenernya bukan itu namanya, tapi Saya lupa apa julukannya di sana, hehe. Jadi roller coaster ala Suroboyo Carnival ini ga kayak roller coasternya Dufan atau Trans Studio, tapi hanya berupa kereta mini berkuota 4 orang dan jalannya sendiri2. Jadilah kami ber4 sama mbak2 pengunjung carnival yg datang sendirian. Suer, ini parah beud… bikin kita teriak2 lebih heboh dari sebelumnya. Sampe mbak erlis yang duduk bareng sama sayah teriak histeris “Cuss… cuss…. Huwaaaa (sereemm...)…..” gitu aja diulang2 terutama waktu si keretanya di U-turn atau di turunan dan tanjakan curam. Emang dasarnya kita ga pernah mainan kyk gini sih. Haha.

Ontang Anting atau di sini namanya Orbiter. Yg merupakan jurus pamungkas di malam itu. Kami diskusinya lumayan lama buat memutuskan naik atau nggaknya wahana ini. Kami harus muter2 dulu, baru balik lagi ke situ sambil memunguti keberanian yang tercecer di lantai. Dan akhirnya kami sampai pada keputusan: naik! Dan waktu wahananya aktif, saya teriak sampai ga bisa teriak dan batuk2. Thrilling tapi seru!

Mbak erlis yg paling penakut di antara kami bilang “wetengku kopyaaakkk…..” ketika keluar dari area ontang-anting. =)). artinya kurang lebih “perutku kegoncang2 (sampe mual-mules)”

Setelah semua gemetar dan trauma dari permainan Suroboyo Carnival hilang sepenuhnya, kami memutuskan untuk segera pulang. Alhamdulillah kegilaan kami tidak berujung pada demam keesokan harinya. hehe

Bandung-Surabaya, Agustus 2014.

You May Also Like

0 comments

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram