Kedinginan Di Gunung Galunggung, Tasikmalaya

by - 10:00 AM

Pukul 4 pagi mobil APV kami sudah terparkir dengan rapi di kaki Gunung Galunggung. Perjalanan dari Kota Bandung ke Tasikmalaya hanya memakan waktu sekitar 3 jam, sudah termasuk mampir2 dan Tanya jalan. Kami bertujuh segera berhamburan ke kamar mandi karena sudah tak tahan menahan hajat dan ditambah udara dingin yang menusuk-nusuk tulang. Tujuh orang ini tak lain adalah saya dan suami beserta tim yang saya pimpin dan yang sering saya omel2in di kantor plus driver. Sesekali ngajak tim saya yang nampak kurang piknik ini untuk jalan-jalan bukanlah sebuah dosa bukan? :D
Sepagi itu ada satu warung yang masih beroperasi di kawasan parkir kendaraan dan sepertinya memang 24 jam melayani pelanggan sehingga para pengunjung Galunggung tak perlu khawatir dengan masalah perut. Tak lama ada satu mobil lain yang ikut parkir di sebelah mobil kami. Tampaknya mereka juga punya tujuan yang sama dengan kami. Well, ternyata hari Sabtu itu kami tidak sendirian di atas sana.
Lalu kami berenam (driver kami memutuskan untuk melanjutkan tidur di mobil) mulai menapaki tangga menuju puncak Gunung Galunggung. Karena waktu kami mendaki belum genap waktu subuh, kami masih punya sangat banyak waktu sehingga perjalanan menanjak sangat pelan dan damai :D. sesekali kami melihat ke belakang untuk melihat lampu-lampu Kota Tasik yang nampak semarak di kejauhan.
Tak butuh waktu lama, mungkin sekitar 30 menit, kami sudah sampai di atas gunung yang tingginya 2.167 mdpl, tepat di samping kawah Gunung Galunggung yang mempesona. Kami segera mencari tempat untuk sholat subuh berjamaah lalu berdiam diri sambil menahan terpaan angin dingin dari 8 penjuru mata angin untuk menanti matahari terbit.
Sayangnya pagi itu matahari tertutup kabut dan mendung, jadi kami hanya cengengesan dengan tatapan what-we-are-doing-here- klo-sunrisenya-gak-ada? tapi kami tak kehabisan ide karena beberapa dari kami ada yang baru pertama kali naik gunung. Sesi pagi yang sudah mulai diguyuri matahari pagi diisi dengan foto-foto.





Saya yang penasaran dengan kawah Gunung Galunggung pagi itu lebih banyak menjulur-julurkan kepala. Nampak di bawah sana air belerang di kawah Galunggung berwarna hijau eksotik. Dan ternyata rombongan yang bertemu di parkiran mobil sekitar 1 jam yang lalu sudah ada di bawah. Weleh, saya aja bingung gimana rutenya menuju ke bawah sana.

Oya, di dekat kawah itu ada musholla yang dijaga oleh seorang bapak hingga sekarang. Kabarnya anak dan istrinya selalu mengunjungi bapak itu beberapa kali dalam satu bulan. masyaAllah, bakti seorang istri kepada suami ya…

Pukul 7.30 WIB kami sudah kembali menuruni 640 anak tangga menuju area parkir mobil. Alasannya simple: kami sudah tidak bisa menahan untuk buang air kecil dan tidak ada toilet dalam bentuk apapun di atas  =)). Alasan yang lainnya adalah kami akan mengunjungi rumah salah satu dari kami yang asli Tasikmalaya dan kami sudah harus sampai di rumah masing-masing di sore hari.




Di perjalanan ini kami bertemu dengan sekumpulan monyet penghuni gunung. jaga barang-barang bawaan ya agar nggak diambil sama si monyet. Keriuhan monyet2 ini mengingatkan saya pada pendakian saya dan suami di Batu Caves, Malaysia. Seru!

Bandung-Tasikmalaya, 2015

You May Also Like

0 comments

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram