Di Langit Makassar, Sulawesi Selatan

by - 5:25 PM



awan dari dekat

Tau nggak apa enaknya jadi anak kampung?

Yaitu banyak hal sederhana bagi anak-anak kota yang membuat mereka bahagia. Hehe.

Contohnya adalah salah satu keinginan kecil saya yaitu melihat bumi dari atas dan awan dari dekat.
Keinginan itu terwujud ketika jadwal pesawat Jakarta-Makassar tertera pukul 4 pagi. Di perjalanan pesawat sebelumnya ketika saya ke Medan, saya hanya bisa liat lampu2 pemukiman penduduk ketika take off maupun landing, selebihnya saya hanya bisa melihat gelap karena pesawat berangkatnya malam hari dan saya tertidur. Hehe

Di malam perjalanan kala itu saya hanya tidur 3 jam yaitu di perjalanan bus Bandung-Tangerang dan ketika transit sebentar di rumah saudara teman perjalanan. Ketika saya di pesawat, saya tidak tidur sama sekali karena takut kebablasan dan loss moment matahari terbit. Mata yang panas-dan-sangat-ingin-nutup itu saya paksa buka dengan memutar2 pandangan ke sekeliling, baca-baca majalah yang disediakan pesawat, dan mencoba melihat langit yang masih gelap dari jendela.

Sekitar jam setengah 5 pagi lewat sekian, semburat cahaya dari langit sudah mulai terlihat. Saya kegirangan di bangku, mata semakin melotot melihat detil langit yang sudah mulai terlihat bentuknya. Dan ketika cahaya matahari sempurna menempati setiap ruang kosong di langit, saya terpana melihat gerombolan awan yang seperti kapas. Eh bukan… seperti kasuurr…. Aaa… pengen melempar tubuh dan tidur di atasnya =)). Maklum aja ya, anak kampung.

lautan awan

Tanah Daeng

sebelum landing
Selama perjalanan di pesawat, saya tidak henti-hentinya mencet tombol shutter kamera. Pertama karena saya pengen semua yang saya liat bisa diabadikan, kedua karena saya bingung angle mana yang paling bagus utk membingkai langit yang amazing itu. Jadi saya mending jeprat-jepret membabi buta daripada cuma bengong. Hahaha :p

Btw, moto dari pesawat emang ga boleh ya? Kata temen saya yg dari Bangka, doi pernah ditegur sama pramugari pas moto pake kamera. Aku sih alhamdulillah ga pernah ditegur. =d

Bandara Hasanuddin
Oya, bagi yg belum tau. Di Bandara Sultan Hasanuddin ga ada angkutan massal semacam damri. Jadi di sana banyak taksi berkeliaran. Taksi2 ini udah menentukan tarif di awal, bahkan ditulis besar-besar di kertas ukuran A5 sampai A4. Dan harus pinter2 nawar ya, karena kalau nggak gitu bisa kena 200 ribu ke tempat tujuan. Teman perjalanan saya udah beberapa kali ke Makassar, jadi beliau udah tau berapa tarifnya. Kami cuma kena 100 rb ke Sam Ratulangi. Untuk 3 orang itu udah murah ya… =d

Bandung, Maret 2013

You May Also Like

0 comments

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Yuk Silaturahim ^^

Instagram